Minggu, 08 September 2013

Seri Kabinet (8)


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Kenapa sih, kok harus ada kementerian seperti ini? Dari namanya saja kedengaran aneh, bagaimana cara dia mencari jalan keluar bagi permasalahan di Republik ini?

Mungkin itu yang jadi pertanyaan sebagian orang, tentang munculnya kementerian yang satu ini. Kalau kata "pariwisata" okelah, rasanya kita tidak perlu menjelaskan lagi. Nah, yang unik itu tentang "ekonomi kreatif". Memangnya ada apa dengan kegiatan ekonomi di negara kita? Apa kita masih masuk kategori kurang kreatif?

Kalau kita menilai kemunculannya, ini seperti kembali mengingatkan bahwa kita dituntut untuk lebih kreatif lagi. Seperti yang terjadi sekarang, kondisi perekonomian dunia sedang tidak stabil, salah satu cara  adalah menggenjot sumber daya manusia yang ada di dalam negeri. Mungkin ini yang dimaksud dengan istilah ekonomi kreatif tersebut. Memaksimalkan kemampuan manusia Indonesia, agar lebih kreatif lagi dalam menghadapi berbagai macam situasi.

Saya beranggapan bahwa, untuk memaksimalkan ekonomi kreatif ini, sebaiknya kita fokus dulu ke dalam negeri. Soalnya dengan menciptakan generasi yang kreatif, itu sama saja memperkuat stabilitas dalam negeri, paling tidak dalam hal ekonomi.

Jika generasi kreatif ini berhasil menciptakan stabilitas ekonomi di dalam negeri, baru kita memikirkan masalah go internasional. Soalnya menciptakan pribadi-pribadi yang kreatif ini perkara yang tidak mudah. Tidak cukup dengan hanya dipancing motivasi oleh para motivator. Harus ada wujud nyata bentuk kreatifitas, dan syukur-syukur didukung oleh kebijakan tentang Hak Kekayaan Intelektual.

Artinya, sudah saatnya ke depan kita memikirkan bagaimana memancing inovasi sebagai perwujudan dari cita-cita ekonomi kreatif.

Semoga berguna!

KabinetUnyu Unyu (Seri Kabinet 7)


Sponsored by:
ATM Simpang Empat, Gelumbang
Toyota Artha Graha, Prabumulih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar